Skrining Gangguan Penglihatan
Pada Bayi Prematur

Disclaimer

Pemberian ASI paling baik untuk bayi dan merupakan nutrisi awal terbaik kehidupan. ASI menyediakan nutrisi terbaik serta memberi perlindungan terhadap penyakit.

ASI sebaiknya diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dan dilanjutkan sampai 2 tahun dengan makanan pendamping ASI. Susu formula hanya diberikan atas rekomendasi tenaga kesehatan, apabila Ibu tidak bisa memberikan ASI karena indikasi medis.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan susu formula, seorang Ibu hendaknya diperingatkan tentang implikasi sosial maupun ekonomi dari keputusannya.

Penggunaan Formula Bayi secara tidak benar dapat menimbulkan risiko kesehatan yang berbahaya. Harus selalu mengikuti petunjuk pada kemasan dengan seksama, jika tidak bayi dapat jatuh sakit.

Sebanyak

19 juta anak

menderita gangguan penglihatan

Retinopathy
of Prematurity (ROP)

berkontribusi sebanyak 6% -18% dari kebutaan pada masa anak

Di Indonesia (2016-2017),

insidens ROP sebesar 6,7% pada semua stage ROP.

Apa itu

ROP?

Retinopathy of Prematurity (ROP) merupakan gangguan proliferasi vaskuler yang terjadi pada retina bayi prematur yang berakibat pada gangguan penglihatan berat dan kebutaan.

Insidens ROP

Kejadian ROP meningkat pada kelompok BBLR, bayi yang mendapat terapi oksigen jangka panjang, transfusi darah serial, terapi surfaktan, dan terapi insulin.

Lad EM, Hernandez-Boussard T, Morton JM, Moshfeghi DM. Incidence of retinopathy of prematurity in the United States: 1997 through 2005. Am J Ophthalmol. 2009;148:451-8.

Lad EM, Hernandez-Boussard T, Morton JM, Moshfeghi DM. Incidence of retinopathy of prematurity in the United States: 1997 through 2005. Am J Ophthalmol. 2009;148:451-8.

Indikasi dan Jadwal Skrining ROP

Merekomendasikan skrining ROP pada bayi yang lahir ≤1500 g atau ≤30 minggu, dan bayi 1500 – 2000 g atau >30 minggu yang dengan faktor risiko.

  • Neonatus dengan risiko: sindrom distress napas, infeksi dan hiperglikemia
  • Bayi tidak stabil: memerlukan suplementasi oksigen yang tinggi direkomendasikan untuk skrining lebih awal

Merekomendasikan skrining ROP pada bayi dengan usia gestasi <31 minggu atau berat lahir ≤1250 gram.

Skrining ROP di Indonesia

Mengacu pada Pokja Nasional ROP dan Bayi Prematur 2010

Kelompok Yang Diperiksa

  • Skrining dilakukan pada bayi dengan berat lahir ≤1500 g atau usia gestasi ≤34 minggu.
  • Pemeriksaan pada bayi dengan berat lahir lebih besar atau usia gestasi lebih tua diindikasikan bila terdapat riwayat SaO2 tinggi selama >1 minggu, transfusi berulang, sepsis, asfiksia, apnea berulang, KMK, displasia bronkopulmoner, PDA, dan riwayat ROP pada keluarga.
  • Skrining ROP tidak diperlukan pada bayi cukup bulan.

Jadwal Skrining Awal

  • Pada bayi dengan usia gestasi >30 minggu, skrining dilakukan pada usia kronologis 2-4 minggu.
  • Pada bayi dengan usia gestasi ≤30 minggu, skrining dilakukan pada usia kronologis 4 minggu.
  • Skrining dilakukan minimal satu kali sebelum pasien rawat jalan.

Sitorus R, Djatikusumo A, Andayani G, Barliana JD, Yulia DE. Pedoman nasional skrining dan terapi retinopathy of prematurity (ROP) pada bayi prematur di Indonesia. Jakarta: Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia; 2011.

Diagnosis Saat Pemeriksaan Rekomendasi
ROP Posterior Agresif Pertimbangkan terapi dalam 48-72 jam
Zona 1 ROP dengan penyakit tambahan
Stadium 3 tanpa plus disease
Zona II Stadium 2 atau 3 dengan plus disease
Zona I Stadium 1 atau 2 tanpa plus disease Pantau tiap minggu atau kurang
Zona II Stadium 2 atau 3 tanpa plus disease Pantau tiap minggu
Zona I Imatur Pantau tip 1-2 minggu
Zona II Imatur Pantau tiap 2 minggu
Zona III Imatur Diulang dalam 10-14 hari dan pertimbangkan penghentian pemeriksaan fase akut

Sitorus R, Djatikusumo A, Andayani G, Barliana JD, Yulia DE. Pedoman nasional skrining dan terapi retinopathy of prematurity (ROP) pada bayi prematur di Indonesia. Jakarta: Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia; 2011.

Temuan di Mata Follow Up
Pasca-terapi ROP berat Sesuai temuan pada mata. Pantau secara teliti untuk menentukan kebutuhan terapi ulang dan lanjut, termasuk strabismus, miopia, anisometropia, dan ambliopia
Zona III matur Sesuai kebutuhan, minimal tiap 1-3 tahun
ROP regresi tanpa terapi Sesuai kebutuhan, minimal tiap 1-3 tahun
Mencapai PMA 42 minggu tanpa ROP Sesuai kebutuhan, minimal tiap 1-3 tahun

Sitorus R, Djatikusumo A, Andayani G, Barliana JD, Yulia DE. Pedoman nasional skrining dan terapi retinopathy of prematurity (ROP) pada bayi prematur di Indonesia. Jakarta: Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia; 2011.