Konstipasi Fungsional
Pada Anak

Hanya untuk kalangan medis, dilarang untuk disebarluaskan ke pihak lain.

DISCLAIMER

Pemberian ASI paling baik untuk bayi dan merupakan nutrisi awal terbaik kehidupan. ASI menyediakan nutrisi terbaik serta memberi perlindungan terhadap penyakit.

ASI sebaiknya diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dan dilanjutkan sampai 2 tahun dengan makanan pendamping ASI. Susu formula hanya diberikan atas rekomendasi tenaga kesehatan, apabila Ibu tidak bisa memberikan ASI karena indikasi medis.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan susu formula, seorang Ibu hendaknya diperingatkan tentang implikasi sosial maupun ekonomi dari keputusannya.

Penggunaan Formula Bayi secara tidak benar dapat menimbulkan risiko kesehatan yang berbahaya. Harus selalu mengikuti petunjuk pada kemasan dengan seksama, jika tidak bayi dapat jatuh sakit.

Referensi :

Zeevenhooven J, Koppen IJN, Benninga MA. The new rome IV criteria for functional gastrointestinal disorders in infants and toddlers. 2017;20(1):1-13.

Koppen IJN, Nurko S, Saps M, Di LorenzoC, Benninga MA. The pediatric Rome IV criteria: what’s new? Expert Rev GastroenterolHepatol. 2017;11:193-201

Konstipasi fungsional memiliki gejala yang bervariasi pada anak.

Gejala bisa berupa gerakan usus yang menimbulkan rasa nyeri dan sulit mengendalikan buang air besar (BAB)/ inkontinensia tinja.

Rasa tidak nyaman saat BAB, terutama rasa nyeri dapat mengakibatkan anak menahan BAB untuk menghindari rasa tidak nyaman, perilaku ini dapat mengakibatkan penyerapan air secara berlebihan dan feses akan lebih sulit dan nyeri saat dikeluarkan.

Konstipasi fungsional pada anak menurut kriteria Roma IV adalah gejala yang sudah berlangsung minimal 1 bulan, berupa feses keras, seperti kerikil pada sebagian besar defekasi, atau defekasi dengan feses yang normal <2 kali seminggu; tanpa ada kelainan struktural, endokrin, atau metabolik.

Tanda (Kriteria Roma IV)
Bayi 0-6 bulan:
  • Bayi eksklusif: tidak BAB > 7 hari
  • Bayi susu formula: tidak BAB > 3 hari
Bayi dan anak-anak sampai usia 4 tahun:

Minimal 2 dari kondisi berikut:

  • BAB < 1/= 2x seminggu
  • Adanya massa feses besar di rektum
  • Riwayat retensi feses yang berlebihan
  • Riwayat nyeri/sulit BAB
  • Riwayat feses ukuran besar
Anak-anak sampai usia 4 tahun yang sedang menjalani toilet training:
  • Anak yang sudah terlatih ke toilet: inkontinensia minimal 1x seminggu
  • Riwayat feses berdiameter besar yang mungkin menyumbat toilet
Anak-anak usia >4 tahun:

Setidaknya 2 dari kondisi berikut dialami anak-anak minimal 1x per minggu selama minimal 1 bulan:

  • BAB < 2x kali per minggu
  • Minimal 1 episode inkontinensia fekal per minggu
  • Riwayat postur retentif/retensi feses atas kemauan sendiri yang berlebihan
  • Riwayat BAB nyeri/keras
  • Adanya massa feses yang besar di rektum
  • Riwayat feses berdiameter besar yang mungkin menyumbat toilet
Referensi :

Rukunuzzaman M, Sonia Z, Yasmin A, Karim A, Nahid K. Approach to child with constipation and management update. BJCH. 2018;41(3):170-8.

Tanda yang Perlu Diwaspadai
(RED FLAGS)
  • Tidak ada mekonium > 48 jam pada bayi a term
  • Distensi abdomen
  • Muntah
  • Gagal tumbuh
  • BAB berdarah
  • Perkembangan saraf terhambat
  • Ketidaknormalan pada anus
  • Gejala penyebab organik lainnya
Referensi :

Algoritma Tata Laksana Konstipasi Fungsional. IDAI. 2016.

Konstipasi Organik
Konsultasikan ke dokter anak konsultan GH
Konstipasi Fungsional
Referensi :

Kadim M. Konstipasi fungsional pada anak. J Indon Med Assoc. 2021;71:4

Referensi
Zeevenhooven J, Koppen IJN, Benninga MA. The new rome IV criteria for functional gastrointestinal disorders in infants and toddlers. 2017;20(1):1-13.
Koppen IJN, Nurko S, Saps M, Di LorenzoC, Benninga MA. The pediatric Rome IV criteria: what’s new? Expert Rev GastroenterolHepatol. 2017;11:193-201
Rukunuzzaman M, Sonia Z, Yasmin A, Karim A, Nahid K. Approach to child with constipation and management update. BJCH. 2018;41(3):170-8.
Algoritma Tata Laksana Konstipasi Fungsional. IDAI. 2016.
Kadim M. Konstipasi fungsional pada anak. J Indon Med Assoc. 2021;71:4
Xinias I, Mavroudi A. Constipation in childhood. An update on evaluation and management. Hippokratia. 2015;19(1):11-9.
LeLeiko NS, Mayer-Brown S, Cerezo C, Plante W. Constipation. Pediatr Rev. 2020;41(8):379–92.
Rekomendasi Gangguan Saluran Cerna Fungsional. IDAI. 2017.
Terapi Disimpaksi
A. Rektal
Enema (sekali per hari)
Saline
  • 5-10 ml per kg BB
Mineral oil
  • 15-30 ml per tahun usia anak, sampai maksimal 240 ml
Soda fosfat
  • tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun
  • 66 ml untuk anak 2-12 tahun
  • 133 ml untuk anak > 12 tahun
Suppositoria (sekali per hari)
Bisacodyl
  • 5-10 mg (1/2 – 1 suppositoria) untuk anak ≥ 2 tahun
Glycerin
  • 1/2 – 1 suppositoria anak
  • dosis suppositoria dewasa untuk anak > 6 tahun
B. Oral
Osmotik
Polyethylene
  • Glycol 1,5 gram per kg BB per hari, 3-6 hari
Magnesium Sitrat
  • 2-4 ml per kg BB per hari untuk anak di bawah 6 tahun
  • 100-150 ml per hari untuk anak 6-12 tahun
  • 120-300 ml per hari untuk anak di atas 12 tahun
Stimulan
Senna
  • 2,5-7,5 ml (8,8 mg per 5 ml)
  • ½ - 1 ½ tabet (8,6 mg per tablet) per hari untuk anak 2-6 tahun
Bisacodyl
  • 5-15 ml, 1-2 tablet per hari untuk anak 6-12 tahun
  • 5-15 mg (1-3 tablet) per hari dengan dosis tunggal untuk anak ≥ 2 tahun
Mineral Oil
  • 15-30 ml per tahun usia anak per hari
Pemeliharaan Pergerakan Usus
Diet
  • Makanan yang bernutrisi dan seimbang
  • Pastikan kecukupan asupan serat
  • Pastikan kecukupan asupan cairan
  • Hindari asupan susu berlebihan
Laksatif

Terapi laksatif diberikan untuk mengurangi konsistensi massa feses dan mempermudah pengeluarannya.

  • Laksatif Osmotik: lactulose, lactitole, sorbitol, polyethylene glycol (PEG)
  • Pelumas: mineral oil
  • Laksatif Stimulan: senna, bisacodyl
Toilet Training
  • Toilet training harian yang teratur dan menyenangkan
  • Catatan harian BAB
  • Dukung secara positif dengan pujian
  • Ciptakan sistem imbalan atas tiap keberhasilan BAB
Pendekatan Perilaku
  • Menjelaskan kondisi pada anak
  • Pertimbangkan faktor emosional anak
  • Penekanan pada proses jangka panjang
  • Pentingnya dukungan anggota keluarga lain (misal kebiasaan makan seimbang)
Referensi :

Rukunuzzaman M, Sonia Z, Yasmin A, Karim A, Nahid K. Approach to child with constipation and management update. BJCH. 2018;41(3):170-8.

Xinias I, Mavroudi A. Constipation in childhood. An update on evaluation and management. Hippokratia. 2015;19(1):11-9.

LeLeiko NS, Mayer-Brown S, Cerezo C, Plante W. Constipation. Pediatr Rev. 2020;41(8):379–92.

Rekomendasi Gangguan Saluran Cerna Fungsional. IDAI. 2017.