For Professional Healthcare
Kesehatan

Formula pHF dengan Profil Peptida Unik untuk Mendukung Perkembangan Toleransi Oral

Makanan, udara, obat-obatan, dan racun serangga adalah jenis-jenis alergen yang paling sering memicu terjadinya reaksi hipersensitivitas tipe I (IgE mediated).1 (hal 264) Alergi susu sapi adalah alergi akibat makanan yang paling umum ditemukan pada awal kehidupan.2 (hal e780) Alergi susu sapi (Cow’s milk allergy/CMA) adalah masalah kesehatan umum, yang mempengaruhi 0,3–3,5% anak-anak. Meskipun 60-75% anak-anak dengan CMA yang dimediasi IgE secara spontan akan mengembangkan toleransi sebelum usia lima tahun, anak-anak dengan CMA memiliki risiko yang lebih tinggi mengembangkan gangguan atopik lain di kemudian hari, seperti asma dan rinokonjungtivitis.3 (hal 656)

Pada pasien yang mengalami alergi makanan, toleransi oral terhadap kandungan protein yang terdapat di dalam makanan akan terganggu. Penurunan paparan alergen diperkirakan akan mengurangi perkembangan alergi, sehingga anak yang memiliki risiko alergi terhadap makanan disarankan untuk menghindari makanan yang berpotensi memicu terjadinya alergi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan alergen mungkin bermanfaat dalam menginduksi toleransi oral.3 (hal 656)

Paparan alergen dapat menginduksi toleransi oral yang merupakan respon awal sistem kekebalan tubuh terhadap kandungan protein yang terdapat pada makanan yang tidak berbahaya dan ditandai dengan penekanan respon imun lokal dan sistemik terhadap protein ini.4 (hal 1436) Menariknya, tidak hanya seluruh protein, tetapi beberapa fragmen protein dapat digunakan untuk menginduksi toleransi oral.3 (hal 656) Pedoman internasional saat ini merekomendasikan penggunaan susu formula yang dihidrolisis sebagian untuk diberikan pada bayi dengan peningkatan risiko penyakit alergi sebagai cara untuk mencegah timbulnya alergi makanan ketika pemberian ASI tidak memungkinkan4 (hal 1346)

Meskipun ASI merupakan standar emas untuk memenuhi nutrisi bayi, bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI karena indikasi medis susu formula hidrolisa adalah alternatif untuk bayi berisiko tinggi atau bayi yang menderita alergi susu sapi.1 (hal 264) Pedoman ini mencakup penggunaan susu formula yang dihidrolisis sebagian atau secara ekstensif untuk bayi dengan peningkatan risiko penyakit alergi, jika susu formula diberikan sebelum usia 6 bulan.5 (hal 702)

Whey, yang merupakan sumber protein murni yang mewakili 20% dari total kandungan protein susu sapi, mengandung β-Lg, α-Lg, dan albumin serum Bovine. 1 (hal 268) Sinyal β-Lg peptida tersusun dari 16 asam amino, membuat bentuk sebelumnya menjadi β-Lg dengan 178 asam amino panjangnya.6 (hal 1654)

β-Lg dianggap sebagai alergen utama yang bertanggung jawab dalam terjadinya alergi susu sapi pada anak-anak. Pada susu formula yang telah terhidrolisis, terjadi proses degradasi lengkap β-Lg dan tidak adanya ikatan antibodi terhadap β-Lg dan α-Lg, sehingga memungkinkan terjadinya penurunan antigenisitas pada susu formula yang telah terhidrolisis. 1 (hal 268)

Pada proses hidrolisa parsial, kapasistas degranulasi garis sel RBL (Rat Basophilic Leukaemia) yang ditransfeksi dengan reseptor IgE pada manusia. Semakin tinggi nilai prediktif degranulasi, maka semakin tinggi kemungkinan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali protein residu dan menyebabkan terjadinya reaksi alergi.1 (hal 268)

Pada formula yang terhidrolisa juga terdapat peptida yang dipresentasikan oleh HLA-DRB1 kepada sel T. Hal ini menunjukkan bahwa susu formula yang terhidrolisis dapat berfungsi sebagai epitop sel T manusia yang berfungsi dan berperan dalam perkembangan toleransi oral.4 (hal 1346) Susu terhidrolisis mudah diserap sehingga membantu mempercepat pengosongan lambung dibandingkan dengan susu sapi, sehingga mengurangi resiko aspirasi dan regurgitasi.7 (hal 582) Susu formula yang 100% whey terhidrolisa parsial yang memiliki profil peptida yang unik, sehingga memiliki tingkat alergenitas yang lebih rendah dan terbukti mendukung perkembangan toleransi oral. Selain itu, bila susu formulanya ditambah mengandung sinbiotik sangat baik untuk regulasi imun sel.

Sinbiotik adalah kombinasi prebiotik dan probiotik yang memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, salah satunya adalah modulasi respon imun.6 (hal 7579-7580) Dalam uji klinis terbaru, mengenai efek pemberian formula bayi berbasis whey yang dihidrolisis prebiotik (pHP) terhadap perkembangan eksim pada bayi dengan peningkatan risiko penyakit alergi, ditemukan adanya peningkatan persentase CD4 + CD25highFoxp3high regulator T cells (Tregs) dan CD11clowCD123whigh plasmacytoid dendritic cells (DCs) pada bayi yang menerima pHP dibandingkan dengan bayi yang menerima susu formula standar. Baik Treg dan sel dendritik plasmacytoid memainkan peran penting dalam perkembangan toleransi oral. Hal ini menunjukkan bahwa pHP yang dilengkapi dengan prebiotik mungkin mendukung perkembangan toleransi oral.4 (hal 1346)

Pendekatan untuk meningkatkan peran biologis dari susu formula adalah dengan menambahkan probiotik, prebiotik, atau bahkan sinbiotik sebagai konstituen. Sinbiotik dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan implantasi mikroba hidup pada saluran pencernaan, dengan merangsang pertumbuhan secara selektif dan/atau mengaktifkan metabolisme dari satu atau sejumlah bakteri yang baik untuk kesehatan pencernaan.8 (hal 27-8) Penambahan sinbiotik ke dalam susu formula dapat menginduksi pola motilitas pada saluran pencernaan yang mirip dengan pola motilitas yang diinduksi oleh ASI. Hal ini dapat merangsang proses pengosongan lambung yang dibuktikan dengan adanya peningkatan aktivitas elektrogastrografi EGG. Efek menguntungkan dari kandungan sinbiotik dalam susu formula ini juga berpotensi untuk digunakan sebagai pencegahan penyakit pada bayi prematur.8 (hal 29)

Pada awal masa kehidupan, sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang dan dipengaruhi oleh mikrobiota usus. Dysbiosis yang disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti cara persalinan dan/atau penggunaan antibiotik, dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang.Penelitian mengenai efek pemberian susu formula yang dilengkapi dengan galakto-oligosakarida rantai pendek (scGOS)/frukto-oligosakarida rantai panjang (lcFOS) dan Bifidobacterium breve M-16V pada bayi yang lahir dengan operasi caesar sejak awal kehidupan, menunjukkan bahwa suplementasi sinbiotik dianggap sebagai solusi nutrisi untuk membantu meregulasi respon imun melalui modulasi mikrobiota usus.9 (hal 103)

Studi klinis yang dilakukan oleh Chua M, et al., menunjukkan intervensi probiotik dapat mencegah penyakit alergi IgE mediated pada anak yang dilahirkan melalui operasi caesar. Formula yang mengandung scGOS/lcFOS dan B. breve M-16V memiliki efek positif dalam meningkatkan SCORAD (scoring atopic dermatitis) bayi dengan dermatitis atopik IgE mediated. Selain itu, formula tersebut dilaporkan memiliki efek perlindungan pada asma. Penelitian ini menunjukkan berkurangnya insiden eksim atau dermatitis atopik secara signifikan pada bayi yang diberikan suplementasi sinbiotik.9(hal 106)

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa tinjauan studi, dapat disimpulkan bahwa paparan alergen dapat mencegah terjadinya alergi susu sapi.3 (hal 656) Paparan alergen dapat menyebabkan toleransi oral yang merupakan respon sistem kekebalan tubuh terhadap kandungan protein dalam makanan.4 (hal 1436)

Profil protein berupa peptida 100% whey terhidrolisa parsial dalam formula terhidrolisa parsial terbukti mendukung pengembangan toleransi oral dan mudah dicerna. Prebiotik oligosakarida scGOS/lcFOS 9:1 dan probiotik B. breve M16-V menjadi kombinasi sinergis yang bermanfaat dalam sistem imun anak.

 

Hanya untuk kalangan Medis **

ASI adalah Nutrisi terbaik

 

REFERENSI

  1. Van Escha B, Knippinga K, Jeurinka P, Van der Heidec S, E.J. Duboisd A, E.M. Willemsen L, et al. In vivo and in vitro evaluation of the residual allergenicity of partially hydrolysed infant formulas. Toxicol Lett. 2011;201:264-9.
  2. Van Esch. B. C., Schouten B, A. Hofman G, Van Baalen T, Nijkamp FP, Knippels MJ, et al. Acute allergic skin response as a new tool to evaluate the allergenicity of whey hydrolysates in a mouse model of orally induced cow’s milk allergy. Pediatr Allergy Immunol. 2010; 21:e780-e786.
  3. Meulenbroek, Van Esch B, A. Hofman G, Den Hartog Jager CF, J. Nauta A, E. M. Willemsen L, et al. Oral treatment with b-lactoglobulin peptides prevents clinical symptoms in a mouse model for cow’s milk allergy. Pediatr Allergy Immunol. 2013; 24:656-64
  4. Gouw, J.W, Jo J, A. P. M. Meulenbroek L, Sam Heijjer T, Kremer E, Sandalova E, et al. Identification of peptides with tolerogenic potential in a hydrolysed whey‐based infant formula. Clin Exp Allergy. 2018;48:1345–53.
  5. Boyle R. Prebiotic-supplemented partially hydrolysed cow’s milk formula for the prevention of eczema in high-risk infants: a randomized controlled trial. Allergy. 2016;71:701-10.
  6. Pandey, K. R., Naik, S. R., Vakil, B. V. Probiotics, prebiotics and synbiotics- a review. J Food Sci Technol. 2015:52;7577–87
  7. Billeaud. Gastric emptying in infants with or without gastro-oesophageal reflux according to the type of milk. Eur J Clin Nutr. 1990;44:577-83.
  8. Indrio F. Effects Of Probiotic And Prebiotic On Gastrointestinal Motility In Newborns. Journal Of Physiology And Pharmacology. 2009;60(6): 27-31.
  9. Chua M. Effect of Synbiotic on the Gut Microbiota of Cesarean Delivered Infants: A Randomized, Double-blind, Multicenter Study. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2017;65:102-106.

Artikel Terkait

Home

Air Susu Ibu adalah yang terbaik untuk bayi dan sangat bermanfaat. Penting bahwa dalam persiapan untuk dan selama menyusui, Anda melakukan diet yang sehat dan seimbang. Menggabungkan pemberian ASI dan botol pada minggu pertama kehidupan dapat mengurangi suplai ASI Anda, dan sulit untuk dapat menyusui kembali bila telah berhenti. Konsultasikan kepada dokter, bidan atau ahli medis lainnya untuk nasihat mengenai pemberian makan bayi Anda. Kalau Anda menggunakan formula bayi, Anda harus mengikuti petunjuk fabrikan secara seksama.

PT Nutricia Indonesia Sejahtera adalah spesialis di bidang pemenuhan gizi pada tahap awal kehidupan sejak tahun 1987. Nutricia memiliki sejarah panjang di bidang nutrisi sejak tahun 1896 di Belanda. Nutricia berinvestasi pada berbagai program riset dan pengembangan melalui kemitraan dengan para orang tua, praktisi kesehatan, universitas dan lembaga pemerintah di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Nutricia merupakan bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition. Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Nutricia Professional adalah sebuah website yang didedikasikan untuk para tenaga
kesehatan di Indonesia. Nutricia Professional memahami berbagai tantangan yang
harus dihadapi oleh para tenaga kesehatan, termasuk dalam menghadapi pasien
sehari-hari. Untuk itu melalui fitur-fitur edukasi andalannya, Nutricia Professional
berupaya membantu memberikan kemudahan bagi para tenaga kesehatan.

Nutricia Professional menyediakan aneka informasi penting seputar perkembangan
keilmuan terbaru di dunia kedokteran dan nutrisi anak. Beragam pengetahuan
tersebut disajikan dalam bentuk jurnal, artikel, infografis, podcast, video, konten
visual interaktif serta medical module yang dapat diunduh. Terdapat juga aneka tools
screener berbasis teknologi terbaru untuk menunjang pemeriksaan pasien, serta
web seminar dengan topik-topik terkini yang berbobot SKP.

Nutricia Professional berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan
pengetahuan para tenaga kesehatan serta berkontribusi pada kemajuan kesehatan
di Indonesia.